Malaysia itu Hebat atau Jahat, Keparat atau mungkin Bang..at!

8 10 2007

Sejak beberapa tahun belakangan, kisah memilukan para pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri kini tidak hanya datang dari negeri Timur Tengah namun negara tetangga yang mestinya berlaku sopan dan saling menghormati kini mulai bertingkah.

Misalnya saja pada awal September yang lalu, seorang TKW diperkosa oleh 12 lelaki Malaysia di dua tempat terpisah. dan masih banyak lagi kasus serupa, dari masalah penyiksaan hingga pembunuhan.

Dan terakhir adalah kasus penggunaan lagu Rasa Sayange yang merupakan lagu asli milik Republik Indonesia (Maluku) digunakan oleh negeri jiran tersebut dalam mempromosikan dirinya sebagai tempat wisata.

Menurut Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu kepulauan Nusantara (Malay archipelago), jadi menurutnya tidak ada bukti yang dapat menguatkan bahwa lagu tersebut milik Indonesia.

Sementara di sisi lain, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras bahwa lagu tersebut merupakan warisan leluhur propinsi tersebut, yakni Maluku. Dan ia berusaha keras untuk mencari bukti otentik yang dapat membuktikan secara sah bahwa Rasa Sayange adalah salah satu lagu kesayangan Indonesia, khususnya Maluku.

Sampai saat ini, alhamdulillah sudah ada sedikit titik terang mengenai siapa pencipta lagu tersebut. Karena, sebelumnya Malaysia mempersoalkan tentang tidak jelasnya pencipta lagu tersebut seorang Warga Negara Indonesia. 

Paulus Pea, seorang Ambon yang diyakini sebagai pencipta lagu yang dapat menimbulkan semangat kebahagiaan tersebut.  Pria kelahiran tahun 1907 itu kini sudah wafat. Namun, menurut kesaksian adiknya, Edward Pea (93) lagu Rasa Sayange diciptakan oleh kakaknya. “Setiap kali mengajar di sekolah, kakak saya selalu meminta para guru untuk menyanyikan lagu Rasa Sayange di hadapan murid-muridnya,” tutur Edward. Menurutnya pula, lagu tersebut merupakan lagu yang biasa dinyanyikan rakyat Maluku pada acara-acara rakyat termasuk kegiatan Kepanduan.

Sementara itu, dihadapan Gubernur Maluku, Karel Alberth Ralahalu, Kepala Taman Budaya Maluku, Semy Toisutta, ikut meneteskan airmata, tatkala lagu milik rakyat Maluku itu menjadi wacana nasional.
Spirit itu harus kita pegang teguh. Dari dialek hingga kata-katanya, Lagu Rasa Sayange, memang asli Maluku. Sampai di manapun, di pengadilan maupun mahkamah internasional, akan kami pertahankan. Ini ranah budaya negeri Maluku. Negeri para raja-raja, tegas dia.

Rasa sa…yange rasa sayang-sayange,

Hei lia dari jaoh rasa sayang badane (teks awal yang dinyanyikan Soekarno)

Pergi ke pasar beli koran

masak arang dibuat-buat

hei dasar negeri jiran

hak orang kok main embat (penulis)

Referensi:

- ANTARA
- DETIKCom
- dan lainnya


Tindakan

Information

Tinggalkan sebuah tanggapan